Cara fermentasi jerami buat pakan sapi menjadi teknik yang banyak peternak terapkan untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami sekaligus menghemat biaya pakan. Proses fermentasi mampu mengubah jerami kering atau basah yang bernilai gizi rendah menjadi pakan berkualitas tinggi dengan tekstur lembut dan aroma lebih disukai sapi. Selain itu, peternak memanfaatkan jerami melimpah pascapanen sebagai sumber pakan bergizi tanpa harus membeli pakan komersial mahal.
Fermentasi membuat mikroba baik bekerja memecah serat kasar yang sulit dicerna, sehingga sapi mampu menyerap nutrisi dengan lebih optimal. Dengan memahami cara fermentasi jerami basah, metode ini juga menjaga jerami tetap awet, tidak mudah berjamur, dan dapat disimpan dalam jangka panjang. Ketika peternak menerapkan cara fermentasi yang benar, efisiensi pemberian pakan meningkat dan performa penggemukan sapi menjadi lebih maksimal.
Cara Fermentasi Jerami Buat Pakan Sapi dan Manfaatnya
Penerapan cara fermentasi jerami buat pakan sapi memberikan berbagai manfaat penting bagi produktivitas ternak:
1. Meningkatkan Kandungan Nutrisi
Proses fermentasi meningkatkan kadar protein, energi, serta ketersediaan nutrisi dalam jerami. Mikroba aktif mengurai lignin dan serat kasar sehingga jerami lebih mudah dicerna sapi.
2. Menghemat Biaya Produksi
Peternak memanfaatkan jerami hasil panen yang biasanya terbuang. Dengan mengolahnya menjadi pakan, biaya pembelian konsentrat atau hijauan tambahan menjadi lebih rendah.
3. Meningkatkan Selera Makan Sapi
Fermentasi menghasilkan aroma asam segar seperti tape yang membuat sapi lebih lahap. Peningkatan palatabilitas ini mempercepat kenaikan bobot badan.
4. Menjaga Stok Pakan Saat Musim Kemarau
Jerami fermentasi dapat disimpan selama berbulan-bulan tanpa menurun kualitasnya. Persediaan pakan tetap aman meski hijauan sulit didapatkan.
5. Mengurangi Limbah Pertanian
Langkah-Langkah Cara Fermentasi Jerami Buat Pakan Sapi
Berikut cara mudah dan aktif yang bisa peternak lakukan untuk membuat jerami fermentasi berkualitas tinggi.
1. Cara Fermentasi Jerami Buat Pakan Sapi dengan EM4 dan Molase
Metode ini populer karena hasil fermentasinya stabil dan tidak membutuhkan peralatan rumit.
Bahan:
-
1 ton jerami (basah atau kering, tidak berjamur)
-
2 liter EM4
-
3 liter molase
-
20–30 liter air
-
Drum atau plastik silase
-
Pemberat
Cara membuat:
-
Potong jerami menjadi ukuran 10–15 cm agar proses fermentasi merata.
-
Aduk EM4 dan molase dalam air hingga tercampur sempurna.
-
Masukkan jerami ke wadah secara bertahap.
-
Siram setiap lapisan jerami dengan larutan fermentasi hingga lembap.
-
Padatkan jerami dengan diinjak atau ditekan agar udara keluar.
-
Tutup rapat drum atau plastik silase.
-
Simpan selama 14–21 hari di tempat teduh.
Hasil fermentasi yang berhasil memiliki warna kuning kecokelatan, aroma asam segar, dan tekstur lebih lunak.
2. Cara Fermentasi Jerami Buat Pakan Sapi Menggunakan Urea dan Probiotik
Metode ini meningkatkan kadar protein jerami secara signifikan.
Bahan:
-
1 ton jerami
-
4 kg urea
-
2 liter EM4 atau probiotik lain
-
Air bersih
-
Plastik tebal
Cara membuat:
-
Cacah jerami lalu tebarkan setebal 20 cm.
-
Larutkan urea dan EM4 dalam air.
-
Siramkan larutan pada setiap lapisan jerami secara merata.
-
Padatkan jerami hingga udara keluar.
-
Tutup rapat plastik fermentasi.
Jerami fermentasi yang baik tidak berbau busuk, tidak berlendir, dan beraroma masam alami.
Tips Sukses Cara Fermentasi Jerami Buat Pakan Sapi
-
Gunakan jerami segar bebas lumpur.
-
Jangan menambahkan air terlalu banyak agar tidak busuk.
-
Pastikan wadah fermentasi benar-benar kedap udara.
-
Catat tanggal fermentasi agar kualitas terpantau.

