Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta, Biar Nggak Salah

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Cara membedakan kopi arabika dan robusta sebenarnya gampang gampang susah loh. Kalau kamu pencinta kopi, penting banget buat tahu bedanya biar nggak salah pilih rasa. Kedua jenis kopi ini sering ditemukan di pasaran, tapi karakteristiknya jauh berbeda satu sama lain.

Arabika di kenal dengan rasa yang halus dan aroma kompleks. Sementara robusta punya karakter yang lebih kuat dan pahit. Nah, yuk kita bahas lebih detail gimana cara membedakan keduanya biar kamu makin paham soal kopi!

1. Lihat dari Bentuk Bijinya Dulu

Cara paling gampang buat bedain kopi arabika dan robusta itu dari bentuk bijinya. Arabika punya biji yang lebih lonjong dan melengkung di tengah. Sementara biji robusta bentuknya cenderung bulat dan garis tengahnya lurus.

Kalau kamu punya kopi mentah atau green bean, coba deh perhatiin baik baik. Arabika biasanya lebih besar, permukaannya halus, dan aromanya sudah terasa meskipun belum disangrai.

Robusta sendiri punya biji yang lebih kecil dan warnanya lebih pucat. Dari sini aja, kamu udah bisa lihat perbedaan fisik yang cukup jelas antara keduanya.

2. Rasa dan Aroma Jadi Pembeda Utama

Nah, bagian ini yang paling seru—rasa dan aromanya! Kopi arabika itu dikenal punya rasa yang lebih kompleks dan aromatik. Ada yang bilang aromanya floral, ada juga yang bilang ada rasa asam buah-buahan. Pokoknya lebih banyak “lapisan rasa”.

Sementara robusta cenderung punya rasa yang lebih pahit dan pekat. Buat kamu yang suka kopi strong dan bold, robusta cocok banget. Tapi jangan harap ada rasa fruity atau floral, ya.

Jadi kalau kamu nyeruput kopi dan rasanya agak asam dan wangi, itu kemungkinan besar arabika. Tapi kalau pahit dan lebih earthy, nah itu si robusta.

3. Kandungan Kafeinnya Juga Berbeda

Buat kamu yang gampang deg-degan karena kafein, mending hati-hati sama kopi robusta. Soalnya, kandungan kafein di robusta bisa dua kali lebih tinggi dari arabika, loh!

Arabika biasanya punya kafein sekitar 1,2% sampai 1,5%, sedangkan robusta bisa sampai 2,7%. Makanya, rasa robusta lebih pahit dan bikin melek lebih lama.

Kandungan kafein yang lebih rendah di arabika bikin rasanya lebih halus dan nggak terlalu menonjok lidah. Cocok buat yang suka ngopi santai tapi tetap nikmat.

4. Tempat Tumbuh dan Harga Juga Bisa Jadi Clue

Arabika biasanya tumbuh di daerah yang lebih tinggi, sekitar 1.000–2.000 meter di atas permukaan laut. Karena butuh perhatian khusus dan cenderung lebih sulit dibudidayakan, arabika punya harga yang lebih mahal.

Robusta lebih tahan banting dan bisa tumbuh di dataran rendah. Jadi secara produksi, lebih mudah dan murah. Kalau kamu nemu kopi dengan harga lebih miring, besar kemungkinan itu robusta atau campuran robusta.

Tapi tenang aja, bukan berarti yang murah nggak enak. Tergantung selera kamu aja, lebih suka yang ringan atau yang bold.

Kesimpulan

Cara membedakan kopi arabika dan robusta. Jadi gimana, udah bisa bedain belum? Kopi arabika punya rasa yang lebih kompleks, asam, dan aromatik, cocok buat yang suka eksplorasi rasa. Sementara robusta lebih pahit, kafeinnya tinggi, dan cocok buat yang doyan rasa kopi strong.

Mulai sekarang, kamu bisa pilih jenis kopi sesuai selera dengan percaya diri. Nggak bakal salah beli atau bingung pas baca label kemasan kopi lagi. Yuk, cobain dua-duanya dan rasain sendiri bedanya!

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *